Aku ingin berbicara padamu, dengan segala kerendahan hatiku, dengan segala kekuranganku.

Tanpa menutup-nutupi suatu apapun, tanpa tipu daya .

Sungguh lisan dapat berdusta, tatapan dapat menipu, dan akal pun dapat terperdaya.

Namun satu yang ingin ku utamakan, dengan penuh kehati-hatian aku akan selalu jujur padamu.

Ku berjanji.

Aku tak tahu, apakah ini perasaan yang berbunga-bunga.

Karena ku tahu semua akan indah pada waktunya, dengan daya, upaya, dan do’a.

Tak banyak yang dapat kuberikan padamu sebelum saatnya tiba.

Apapun yang kan terjadi hanya ku pasrahkan pada Allah, Sang Penguasa Hidupku.

Allahuma ya Allah.

Ku tahu,  rasa memiliki yang berlebihan adalah sesuatu hal yang sangat disayangkan.

Karena pada hakikatnya tak ada satu pun yang kita miliki, semua adalah titipan.

Yang berupa ujian bagi diri kita, selama kita hidup di dunia yang sementara ini.

Satu hal pasti yang kuinginkan, adalah  melaluinya dengan sebaik-baiknya termasuk denganmu.

Dan kuyakini pasti tak ada daya dan upaya selain atas izin-Nya.