Sebenernya sejak jum’at malam, minggu kemarin sejak ultah saya yang ke-21 saya sudah merasa kurang enak badan dan puncaknya pada sabtu malam tenggorokan saya sakit sekali untuk menelan. Namun entah kenapa paginya saya paksakan untuk lari di Sabuga delapan keliling penuh karena ada sesuatu yang sedang mengusik pikiran saya dan alhamdulillah ternyata pada hari itu ending-nya bagus walaupun penyakit saya masih belum sembuh..😦

Siangnya setelah lari saya pun langsung pulang ke rumah. Setelah mandi air hangat lalu shalat dzuhur bersama adik saya, saya pun memakai jaket lalu sejenak memposting tulisan yang belum sempat saya posting sebelumnya ke blog, lalu mencoba tertidur. Yang saya rasakan pada waktu itu badan saya panas, kepala pening, dan tenggorokan sakit untuk menelan. Bener-bener keadaan yang kurang mengenakan. Dan keadaan itupun terus berlanjut hingga menjelang petang, saya pun baru shalat ashar pukul setengah enam sore karena ketiduran..masya Allah malu dilihatin adik..😦

Malamnya sebelum tidur ibu saya pun mengingatkan agar besoknya jangan puasa karena sedang sakit, saya pun meng-iyakannya sambil meminum obat yang diberikan ibu. Sebelum tidur saya pun menyetel alarm handphone di pukul dua pagi untuk shalat malam..dan ternyata saya bangun pukul setengah lima pagi.. masya Allah..😦

Paginya di kantor saya sampai pukul setengah delapan tepat, seperti biasa kedua teman saya masih belum datang. Saya pun segera bergegas ke lantai lima untuk memulai pekerjaan saya hari ini. Ketika saya membuka tas saya ada suatu kejanggalan, saya tidak membawa charger laptop..masya Allah kok bisa ya..😦

Saya pun segera meng-SMS teman saya yang belum datang bahwa saya harus pulang dulu mengambil charger laptop ke rumah. Akhirnya dengan sedikit memacu kencang motor saya, saya pun dapat kembali lagi ke kantor pada pukul sembilan tepat sambil membawa perasaan menyesal dan sedikit emosi atas kesalahan demi kesalahan yang saya lakukan akhir-akhir ini. Di kantor, badan saya masih sulit diajak kompromi, terasa kehilangan semangat. Ketika shalat dzuhur saya pun merasa datar, kenikmatan beribadah itu entah hilang kemana.. Astagfirullah..😦

Malam ini, entah kemana cahaya-cahaya semangat itu.. semangat berikhtiar dan beribadah tampaknya mulai pudar..dan impian-impian itupun semakin kabur. Saya tak ingin semua berhenti disini, karena banyak hal yang masih harus saya capai, berapa janji saya yang harus saya penuhi…

Dengan penuh kepasrahan saya pun bermuhasabah,

….

Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari Mu
Kupasrahkan semua pada Mu

….

Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu

….
Kata kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung do’a ku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku
….
Butir butir cinta air mataku
Terlihat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabah cintaku

….

Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan Mu

….

(Dan ringtone SMS dari hape saya  pun berbunyi)

Bissmillahirrahmannirrahim….AYO SEMANGAT LAGI…!!!🙂