Bismillahirrahmannirahim..

Semoga bermanfaat ya…🙂

=======

Tujuh resep agar hubungan dengan sesama manusia dapat terjalin dengan harmonis terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Hujarat ayat 6-12.

Pertama, budayakan tabayun. Tabayun adalah mengecek kebenaran suatu berita yang sampai ke telinga kita, terutama kalau mendengar berita jelek tentang teman, saudara dan orang terdekat kita lainnya. Sikap seorang muslim adalah jangan dulu percaya sebelum dicek kebenaran berita tersebut.

Kedua, budaya ishlah. Ishlah adalah meluruskan yang tidak lurus, mendamaikan yang tidak damai, merukunkan yang tidak rukun, termasuk meluruskan informasi yang salah. Setiap muslim bertanggungjawab untuk segera mendamaikan muslim yang bertikai, termasuk apabila dirinya sendiri yang bertikai.

Ketiga, hindarkan taskhirriyah, meremehkan atau memperolok-olokan orang lain. Setiap muslim harusnya berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara dan jangan pernah meniatkan diri untuk memperolok orang lain karena bisa jadi orang yang diperolok-olok lebih baik daripada orang yang mengolok-ngolok.

Keempat, jangan menghina orang lain, menghina orang lain dengan cara mengganti namanya dengan gelar-gelar yang tidak baik dan dapat menyakitkan karena mengganggu keakraban dan persaudaraan.

Kelima, menjauhkan sikap su’udzhon atau buruk sangka. Budayakan huznudzhon atau berbaik sangka. Salah satu penyakit rohaniah yang mengakibatkan penyakit jasmaniah dan dapat menimbulkan stress adalah buruk sangka. Banyak orang yang menderita karena hatinya tersiksa oleh prasangka buruknya terhadap orang lain.

Keenam, jangan suka mencari kesalahan orang lain. Ini adalah perilaku yang sia-sia dan buang-buang energi.

Ketujuh, jangan suka menggunjing orang lain atau ghibah. Menurut Al-Qur’an, manusia yang suka ghibah itu adalah manusia yang tega memakan daging saudaranya sendiri.

Disadur dari : Catatan Mentoringku🙂