Bismillahirrahmanirrahim..

Di sabtu sore yang agaknya diliputi awan mendung di rumah orang tua saya di Cimahi, ingin rasanya  sedikit bercerita mengenai hal-hal yang telah terjadi dengan begitu cepatnya. Saya, sebagai manusia biasa yang jauh dari kesempurnaan merasa tak mampu untuk dapat menahan diri ini dari melakukan kesalahan demi kesalahan. Tubuh dan hati yang lebih lelah dari biasanya membawa diri ini berkata dan bersikap lebih dari batas kepantasan, yang membuat orang di sekitar saya merasa tersakiti secara langsung maupun tak langsung. Karena, saya rasa belumlah pantas bagi saya untuk mengucapkan itu semua, seakan-akan saya membuat lawan bicara saya seakan-akan disalahkan, padahal sebenarnya bukan seperti itu. Astagfirullah al adzim..

Untuk itu sebelum saya memulai tulisan ini saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan diri ini, sebesar-besarnya..

======

Sekita satu jam yang lalu ketika saya baru sampai di rumah orang tua saya, saya disambut oleh adik saya di ruang tamu. Saya pun menanyakan bagaimana kabarnya, bagaimana UTS-nya dan lain-lain. Yang cukup menarik perhatian saya adalah ketika saya tanya bagaimana rasanya sekolah di SMA? Sudah jalan-jalan kemana aja? Saya bertanya seperti itu karena adik saya sejak SD hingga SMP sekolah di Cimahi, jauh dari Kota Bandung yang menyediakan berbagai tempat jalan-jalan yang asyik. Kalau saya sejak SMP sih sudah sekolah di Bandung sehingga sudah tidak aneh lagi tentang itu semua :p

Lalu terjadilah percakapan singkat sebagai berikut :

Adik Saya :  “Capek habis pulang sekolah kak, jadi ga sempet kemana-kemana. Ya paling ke gramedia atau ke ciwalk.”

Saya : “Memang kamu pulang sekolah tiap hari biasanya  jam berapa?” .

Adik Saya : “Jam setengah dua siang.”

Saya:  “(tersenyum) Lalu , kalau ada orang yang sekolah masuknya jam tujuh pagi terus baru pulang jam setengah sepuluh malam menurutmu gimana?”

Adik saya : “Masa ada? (dengan wajah terheran-heran)”.

Saya : “Ya ga ada juga sih…  -_-  (berkaca pada diri sendiri)”

Ya, begitulah satu pekan ini saya selalu pulang diatas setengah sepuluh malam. Sekitar setengah sepuluh hingga jam setengah duabelasan. Dikarenakan semester ini saya dapat shift mengajar praktikum pukul empat sampai setengah delapan malam. Padahal saya selalu ada kuliah pukul tujuh pagi, kecuali hari senin dan rabu. Dan hari selasa saya ada syuro LDK pukul enam pagi.  Belum kalau ada acara-acara ketika saya diundang sebagai pembicara, mc, ataupun lainnya. Memeriksa berkas-berkas praktikum yang harus dinilai juga salah satu hal yang membuat saya pulang malam. Dan satu hal lagi yang membuat pundak ini terasa berat adalah tanggung  jawab saya sebagai koordinator asisten yang membuat saya harus memastikan ke-730-an mahasiswa dapat menjalankan praktikumnya dengan lancar di lab saya.

Alhamdulillah, dibalik itu semua sampai saat ini saya ikhlas menjalani rutinitas saya. Saya berbahagia ketika saya dapat berguna bagi orang lain, bertemu dengan orang-orang yang baru. Ketika praktikan (baca: sebutan bagi mahasiswa yang menjalani praktikum) merasa mendapat ilmu yang berguna, ucapan terima kasih, dan lain-lain. Walaupun saya selalu pulang larut malam, namun pada paginya Cahaya matahari pagi seakan-akan  tersenyum  menyambut diri ini, menyemangati untuk segera memulai rutinitas di hari yang panjang.

Untuk itu, saya meminta maaf, saya pernah berkata dengan kata-kata yang kurang pas, yang pastinya menyakiti, khususnya untuk orang-orang terdekat dengan saya. Saya akan memperbaiki agar tidak terulang kembali di kesempatan-kesempatan lain. Bukan karena merasa terganggu dengan kehadiran seseorang di saat saya letih, lebih kepada keterbatasan diri ini yang masih belum pandai memposisikan diri pada saat situasi tersebut.

=====

Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya ya.. mari membina hubungan ini lebih baik lagi kedepannya..🙂