sumber: kompas.com

Bismillahirrahmannirahim..

Alhamdulillahirabbil alamin, atas segala nikmat dan karunia-Nya kita masih diberi kemudahan dan kelapangan untuk menikmati setiap detik waktu kehidupan kita. Gunung Merapi yang kini sedang bergejolak nun jauh disana, memakan puluhan korban jiwa, ribuan orang mengungsi, dan tercatat beberapa kampus  diliburkan, menambah deretan panjang musibah yang dialami negeri ini. Banyak hal yang dapat dipetik, satu yang menurut saya pribadi paling mengena : “Sesungguhnya manusia sungguh lemah, tak berdaya bila dibanding  segala kebesaran yang dimiliki Allah SWT.”

Menurut saya, musibah adalah sesuatu hal yang bisa terjadi kapan saja. Entah itu dapat diprediksi maupun tidak. Mulai dari bencana alam, kehilangan harta benda, kecelakaan, ataupun peristiwa lainnya yang tidak mengenakan hati kita, baik yang besar maupun yang kecil. Selama kita hidup pasti melewatinya banyak ataupun sedikit. Anggap saja hal tersebut sudah menjadi kepastian yang akan kita temui walaupun merasa berat ketika menjalaninya.

Yang dapat kita lakukan sebelum musibah itu terjadi pada kita adalah dengan senantiasa tidak lupa berdoa dan bersyukur kepada Allah. Berdoa adalah salah satu tanda kita masih mengakui kebesaran Allah dalam segala sesuatu yang terjadi di kehidupan kita. Berdoa karena sesungguhnya kita yakin dapat terhindar dari musibah tersebut dengan meminta kepada-Nya. Bukan hanya untuk diri kita sendiri, untuk keluarga kita, teman-teman kita, dan orang-orang yang kita sayangi lainnya. Karena ketika musibah itu terjadi, yakinlah hanya pertolongan Allah-lah yang dapat menyelamatkan kita. Dan jangan lupa bersyukur, karena Allah berjanji apabila kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmat pada kita. Dengan bersyukur hati kita senantiasa terbuka terhadap anugerah yang telah Allah berikan.

Terakhir dari saya, jadikan setiap musibah yang terjadi sebagai pembelajaran bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi. Seseorang yang  merasa dirinya  sudah pintar maka ia akan sulit untuk mengerti arti kehidupan ini, karena kehidupan ini luar biasa dinamis dibanding pengetahuan kita yang cenderung statis, khususnya dalam mengartikan pasang surut kehidupan.

Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya. QS Ar Ruum 30:8

Tetap Semangat !🙂