Assalamu’alaykum..

Bismillahirahmannirahim, sebelumnya aku minta maaf ya, tadi pagi aku kirim sms, aku belum baca blog-mu🙂

Aku ikut bergetar pas baca blog-mu. Setelah membacanya yang terlintas di kepalaku adalah kata – kata, ” sudah waktunya ternyata..”. Sampai sekarang pun aku belum tahu kata-kata tersebut akan dibawa kearah mana oleh pikiran ini.

Jadi ingin share juga, blogmu mengingatkan pada sesuatu yang sekian lama aku mengenalnya, mempelajarinya, sangat dekat di hati, biasa aku lafalkan namun akhir-akhir ini aku coba sedikit memilih-milih dalam mengamalkannya.

Memang sakit sekali kalau dirasa-rasa mengetahui bahwa kita sudah mulai tidak mempercayai Allah meskipun sedikit. Merasa tidak konsisten, padahal itulah yang harus kita bangun dan usahakan untuk menjadi dasar kehidupan kita nanti kedepan.

Sebenernya aku ga ingin cerita mengenai mimpiku semalam, takut dikira hanya menghubung-hubungkan tulisanmu atau gimana, tapi ya tadi malam aku bermimpi. Di mimpi itu aku sedang berbicara berdua dengan sahabatku yang paling kuhormati, sahabat baikku, ketua SKI. Aku berbincang-bincang bedua dengan beliau dan pada waktu itu raut wajahnya menampakkan tak percaya, mengkonfirmasi bahwa saat ini aku menjalin hubungan sangat dekat dengan akhwat yang bukan muhrim. Di mimpi itu aku berkata jujur namun dengan nada mempertahankannya. Dalam lubuk hatiku, kutahu itu salah..dan aku pun terbangun oleh alarm handphone, pukul 02.30 pagi.

Mimpi itu, aku yakin adalah sebuah teguran yang nyata dari Allah yang sering aku abaikan.. astagfirullah. Kalau memang nanti rumah tangga kita ingin dipenuhi keberkahan dan diridhai oleh-Nya, sudah sepantasnya kita membangunnya dengan hal-hal yang Ia ridhai, aku yakin itu yang terpikirkan oleh dirimu, aku pun juga memikirkannya.

Aku pun kini ikhlas dengan apa yang akan terjadi kedepan. Aku masih berharap kita masih bisa mengulangi “selasa yang indah” kemarin bersamamu pada saat kita sudah halal..insya Allah secepatnya setelah aku lulus dan bekerja.

Akhir kata, hikmah yang aku dapat hari ini adalah..

Insya Allah setiap percabangan jalan yang kita lalui selama kita di dunia ini akan membawa kita kepada apa yang kita niatkan pada awal kita melangkah. Seseorang terkadang perlu melalui beberapa jalan yang salah untuk menemukan jalan yang benar untuk sampai ke tujuan yang diniatkan di awal.

Mari berdoa, mudah-mudahan Allah dan orang tua kita meridhai setiap mimpi dan do’a kita, memberkahi setiap langkah kita, dan memberikan perlindungan kepada kita dari hal – hal yang tidak kita inginkan..🙂

Aamiin yaa Rabbal ‘alamin..