=====

Sepucuk bibit kecil kayu gaharu tumbuh di samping bunga matahari yang cantik dan anggun

mereka ditakdirkan tumbuh bersama di suatu padang rumput yang indah

hari berganti hari mereka pun merasakan indahnya momen kebersamaan itu

ketika diterpa angin malam yang dingin

mereka saling berayun ke kiri, dan ke kanan

bagaikan suatu tarian yang padu karena kesesuaian mereka

dengan izin Allah mereka begitu cocok !

mungkin itulah cinta

cinta yang paling murni dan alami yang pernah ada

yang telah dikodratkan Tuhan Semesta Alam pada kedua tanaman tersebut

=====

bukan tanpa cobaan,

terkadang mereka jatuh tertungkup, dahan mereka yang payah seakan tak kuat menahan angin dan hujan

di saat-saat itu

sekali-sekali kayu gaharu menanyakan keadaan sang kekasih

bunga matahari menggelengkan putik dan daunnya

memberi isyarat tak apa, sembari tersenyum

=====

kayu gaharu merasa lemah dan tak berdaya

ia melihat bayangannya di pantulan air di temaram bulan

daun-daun yang ia tunggu-tunggu  masih berupa kuncup saja

kecil tak berarti, tak dapat sedikitpun melindunginya

kayu gaharu seakan mengerti

bunga matahari yang anggun menunggunya disampingnya

menunggu ia segera menjadi besar !

kokoh dan kuat !

rimbun dan bersahaja !

tak akan kubiarkan ia disampingku diterpa angin, ucap kayu gaharu

akan kulindungi dirinya

akan kutunjukkan cinta yang paling tulus dan sejati yang pernah ada di dunia tanaman !

tukas kayu gaharu bersemangat

=====

ia pun kembali berucap

dengan mantap, ia menarik nafas dalam-dalam

Ya Allah aku sangat mencintainya…

kini dengan nada yang lebih lembut, dari dalam hatinya yang paling dalam

=====

to be continued…🙂