Malam ini pukul 1 pagi tepat, masih belum menemukan desain rumah yang aku impikan di masa depan. Memang belum kebetulan nemuin yang cocok. Daripada pusing karena ngeliatin entah beratus-ratus foto hehe mendingan dengerin lagu “Saat Bahagia” yang dinyanyiin Dea featuring Tia malem ini. What a relaxful night listening this song (and her voice) sambil telungkup di kasur. Jadi ga kerasa ngantuk dan yang ada malah inspirasi,,yes she is my inspiration🙂

Okay sekarang aku mulai menulis mengenai rumah impianku setelah menikah. Untuk gambar-gambarnya memang ga semuanya cocok tapi cukup merepresentasikan. Pertama-tama konsep rumah yang aku inginkan adalah rumah yang tidak besar, sederhana namun yang pasti dapat membuat orang-orang didalamnya terstimulasi untuk menciptakan suasana positif di dalam rumah. Sebuah rumah yang  dihiasi senyuman sejak pagi hingga malam harinya, sehingga penghuninya bisa nyaman dan tentram beraktifitas di dalamnya. Istriku bisa berkreasi dan memasak dengan nyaman, begitupun aku bisa membaca buku, belajar, dan mengerjakan pekerjaanku dengan leluasa. Semua terbiasa untuk mandiri mengerjakan tugas-tugas rumah dan saling mengisi, mengingatkan dengan cara-cara yang positif.

Dari segi arsitektur rumahku memiliki sistem pertukaran udara yang baik, cukup sinar matahari, dan cukup rapi walaupun mungkin akan ada banyak barang di dalamnya hehe. Di luar ada halaman yang tak terlalu luas, yang ditanami rerumputan dan beberapa pot tanaman hias namun juga tidak terlalu ramai.

Di ruang keluarga cukup sederhana, ada sofa merah yang menghadap televisi dimana tempat kami menikmati menonton film dan bersendagurau. Sebuah meja kecil didepannya untuk menaruh cemilan ataupu remote TV. Ada lampu gantung modern yang menjuntai dari langit-langit yang menciptakan kesan nyaman.

 

Untuk ruang tidur, aku memiliki tempat tidur yang menciptakan masa-masa romantis yang akan selalu kujaga sampai tua hehe. Cat tembok bernuansa creamy, lampu tidur di salah satu sisi tempat tidur, dan lukisan abstrak yang tergantung di salah satu dindingnya mempercantik kamar tidur yang tak terlalu besar tersebut.

Lalu ada bagian dapur yang tidak terlalu besar yang bergabung dengan ruang makan dimana  istri saya suka masak untuk bekal saya ke kantor dan sehari-hari. Dan saya pun sering membatu dia memasak sambil bergurau hhe

Untuk kamar mandi, cukup sederhana aja yang jelas aku ingin ada wastafel didalamnya beserta cermin.

Alhamdulillah akhirnya bisa tervisualisasikan juga rumah idaman nanti bersama istri tercinta, semoga lekas terwujud ya..aamiin🙂